Webinar, kelas online, meeting online, sudah bukan hal yang baru lagi semenjak pandemi. Kebutuhan platform pertemuan dan jejaring meningkat seiring dengan terbatasnya aktivitas tatap muka secara langsung.
Salah satu platform yang banyak dikenal masyarakat adalah Zoom, mulai dari anak sekolah sampai pegawai professional mengenal Zoom sebagai platform untuk berbagai pertemuan online mereka. Karena, aplikasi Zoom penggunaannya mudah dan juga lengkap dengan banyaknya fitur untuk memperlancar acara webinar maupun kelas online hingga skala besar.
Meski aplikasi ini berkualitas baik, bukan berarti Zoom menjadi bebas hambatan saat menggunakannya. Para pengguna seringkali mengalami kendala koneksi yang terputus-putus saat meeting berlangsung, sehingga mengganggu kelancaran acara.
Namun tentu kendala ini dapat teratasi dengan menerapkan beberapa cara berikut:
1. Atur Bandwidth Internet
Untuk mendapatkan koneksi internet yang stabil saat online conference adalah dengan mengatur Bandwidth. Semakin banyak perangkat yang terhubung ke jaringan internet yang sama, akan menguras Bandwidth internet yang tersedia.
Semakin sedikit perangkat yang mengakses ke jaringan internet yang sama, akan semakin stabil koneksi internet saat Zoom berlangsung. Sehingga pastikan agar mematikan koneksi internet pada perangkat yang tidak terlalu penting penggunannya.
Namun jika ingin tetap banyak perangkat bisa terkoneksi ke jaringan internet yang sama, maka pastikan untuk membagi access point internet. Misalnya Bandwidth yang kamu punya berkapasitas 200 Mbps, atur agar 100 Mbps khusus untuk pekerjaanmu yang memerlukan banyak aktivitas meeting online, sedangkan 100 Mbps sisanya bisa untuk perangkat lain atau aktivitas selainnya.
2. Hindari Aktivitas Internet yang Berat
Bermain game yang membutuhkan performa internet yang besar dapat menganggu koneksi saat Zoom berlangsung, selain itu aktivitas seperti mendownload file besar yang membutuhkan kecepatan internet dan menguras banyak data, juga akan menurunkan performa Zoom. Terutama jika kapasitas Bandwidth terbatas dan kamu menggunakan jenis internet broadband.
Sehingga hindari aktivitas internet yang berat dan usahakan fokus pada aktivitas Zoom saja.
3. Tinjau Terlebih Dahulu Kecepatan Internet
Sebelum memulai meeting online atau webinar di Zoom, perlu untuk cek kecepatan koneksi internet. Apakah kecepatan koneksinya memenuhi persyaratan sebagaimana yang direkomendasikan oleh Zoom?
Tim Media Bersaudara selalu melakukan pengecekan kondisi internet sebelum memulai Live Streaming. Kami selalu memastikan terlebih dahulu kondisi kecepatan internet di ruangan atau wilayah yang nantinya akan berlangsung meeting online melalui Zoom. Semua untuk memastikan agar koneksi Zoom meeting stabil.
Ada banyak aplikasi untuk mengecek kondisi kecepatan internet seperti Speedtest Master, Speedtest, Meteor, WiFi Router Master.
4. Ganti dengan Internet Dedicated
Koneksi internet Dedicated lebih stabil daripada internet broadband. Biasanya internet dedicated digunakan untuk keperluan bisnis dan banyak pemasangannya di wilayah perkantoran maupun co-working space. Internet dedicated memang didedikasikan untuk untuk digunakan oleh setiap individu secara penuh. Sehingga jika terjadi lalu-lintas internet yang berat, tidak perlu khawatir jika terjadi internet lemot atau penurunan performance.
Jadi jika ingin koneksi Zoom meeting stabil sampai akhir, kamu dapat mencari jaringan yang menggunakan internet dedicated, misalnya pergilah ke co-working space terdekat, atau mengganti internet broadband dengan dedicated.
5. Matikan Kamera Jika Tidak Dibutuhkan
Cara terakhir yang paling simple adalah dengan mematikan kamera saat zoom berlangsung. Misalnya saat melakukan presentasi, cukup dengan mengaktifkan screen sharing tanpa harus menyalakan kamera, maka proses streaming yang tersendat-sendat dapat diminimalisir.
Mematikan kamera dapat mengurangi jumlah data yang masuk dan keluar. Jadi apabila tidak ada kebutuhan penting, pastikan semua peserta tidak ada yang menyalakan kamera kecuali pembicara.
Kualitas HD juga menguras banyak data sehingga menyebabkan koneksi tidak lancar saat streaming. Coba untuk non-aktifkan kualitas HD pada Zoom dengan cara:
– Klik ikon Gear di sebelah kanan atas untuk masuk ke menu Settings
– Klik video di menu sebelah kiri
– Pada My Video, hapus centang pada “Enable HD” dan “Touch Up My Appearance”
Selain dapat memperlancar koneksi internet, mematikan video dan tidak menggunakan resolusi HD juga dapat menghemat kuota internet saat Zoom.
Sistem Requriment dari Zoom secara detail yang perlu dipenuhi
Persyaratan Sistem Zoom untuk Windows, macOS, dan Linux
Untuk melakukan rapat atau webinar dengan lancar menggunakan aplikasi desktop Zoom, penting memahami persyaratan sistem yang direkomendasikan. Zoom menetapkan standar untuk sistem operasi, perangkat keras, dan koneksi internet agar pengalaman Anda tetap mulus dan profesional.
Sistem Operasi yang Didukung
Zoom memungkinkan penggunaan aplikasi desktop pada berbagai platform—mulai dari sistem operasi modern hingga distribusi Linux populer:
- macOS: Versi macOS X 10.13 atau lebih baru
Windows: Windows 10 (Home, Pro, Enterprise) dan Windows 11 (S‑Mode tidak didukung) - Linux: Ubuntu 12.04+, Mint 17.1+, RHEL 8.0+, Oracle Linux 8.0+, CentOS 8+, Fedora 21+, OpenSUSE 13.2+, dan ArchLinux (64‑bit)
- Selain itu, Zoom tidak lagi mendukung Windows 7 dan Windows 8/8.1 setelah versi 6.0.0—versi terakhir yang tersedia di platform tersebut adalah 5.17.11
.
Perangkat Keras & Persyaratan Tambahan
Untuk menjalankan Zoom secara optimal, pertimbangkan spesifikasi perangkat keras berikut:
Internet: Koneksi broadband (kabel atau Wi‑Fi, termasuk 3G/4G/LTE)
Audio & Video: Mikrofon dan speaker (built-in, USB, atau Bluetooth); serta webcam HD (built-in, USB, atau melalui perangkat virtual seperti OBS)
CPU & RAM:
- Minimum: Dual-core 2 GHz atau lebih tinggi, RAM 4 GB, CPU 32/64-bit
- Direkomendasikan: Quad-core 2.5 GHz atau lebih cepat, RAM 16 GB, CPU 64-bit
- Perangkat Linux memerlukan GPU atau prosesor yang mendukung OpenGL 2.0+
High-DPI Support: Diperlukan versi minimum tertentu dari aplikasi desktop Zoom untuk dukungan tampilan resolusi tinggi
WebView2 / CEF (Windows): Zoom menggunakan WebView2 (≥ versi 109.0.15.18.49) dan Chromium Embedded Framework; jika tidak tersedia, akan diunduh otomatis, sehingga penting untuk memastikan akses di lingkungan terkelola
Keperluan Bandwidth
Zoom secara dinamis menyesuaikan penggunaan bandwidth berdasarkan kualitas koneksi pengguna. Berikut rekomendasi bandwidth untuk berbagai fungsi:
Zoom Meetings & Webinars (Panelis):
1:1 video:
Video berkualitas tinggi: ~600 kbps (up/down)
- 720p HD: ~1.2 Mbps
- 1080p HD: ~3.8 Mbps (up) / ~3.0 Mbps (down)
Video grup:
- Berkualitas tinggi: ~1.0 Mbps /600 kbps (up/down)
- 720p HD: ~2.6 Mbps /1.8 Mbps
- 1080p HD: ~3.8 Mbps /3.0 Mbps
- Tampilan galeri: ~2.0 Mbps (25 tampilan) /4.0 Mbps (49 tampilan)
Zoom Screen sharing:
- Tanpa thumbnail video: 50–75 kbps
- Dengan thumbnail video: 50–150 kbps
Audio VoIP: 60–80 kbps
Attendee Webinar:
Panelis mengaktifkan video:
- Berkualitas tinggi: ~600 kbps (down)
- 720p HD: 1.2–1.8 Mbps
- 1080p HD: 2–3 Mbps
Screen sharing & audio: sama seperti di atas
- Zoom Phone & Contact Center:
- Panggilan suara: 60–100 kbps
Panggilan video: mengikuti standar Meetings & Contact Center dengan variasi bandwidth yang sama
Rata rata penggunaan koneksi zoom sekitar max 3-10 Mbps lebih bagus lagi 50Mpbs tanpa kendala
